Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Tragis! Warga Tongkek Kuripan Lombok Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar

32
×

Tragis! Warga Tongkek Kuripan Lombok Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Editoriallombok.com, LOMBOK BARAT – Warga Dusun Tongkeq, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, digegerkan dengan penemuan salah seorang warga bernama Roni, yang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gantung diri di dalam kamarnya pada Kamis pagi, 16 Oktober 2025.

Korban yang baru saja menghadiri zikir keluarga usai Salat Subuh ini ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA. Jasad Roni pertama kali ditemukan oleh rekannya, Sahdi, yang datang untuk menjemput dan mengajaknya bekerja. Karena panggilan tidak dijawab, Sahdi membuka paksa kamar korban.

Example 300x600

“Kejadian terungkap saat rekan kerja korban yakni Sahdi datang untuk mengajak korban kerja kemudian menggedor kamarnya karena saat dipanggil tidak ada menjawab. Sahdi kemudian membuka kamarnya dan melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri menggunakan tali nilon di dalam kamarnya,” ujar sahdi.

Kapolsek Kuripan, IPDA I Wayan Eka Ariyana, S.H., membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan pertama kali oleh pihak keluarga sekitar pukul 07.00 WITA, tergantung di kamarnya di rumah orang tua tiri.

“Ditemukan pertama kali oleh keluarga, sekitar jam 7. Korban ini dalam keadaan tergantung di kamar, di rumah orang tua tiri. Terikat di kayu yang tidak ada plafon di langit-langit,” terang Kapolsek.

Saat ditemukan, korban tergantung di atas dipan tempat tidur. Tidak ada kursi yang ditemukan di bawahnya. “Di bawah itu ada dipan. Kemudian kan di bawah tempat dipan itu penuh dengan kayak barang-barang.

Jadi tidurnya itu, kemungkinan karena di bawah ada tempat tidur, ada bantal. Jadi kemungkinan istirahatnya di bawah,” jelasnya.

Penemuan pertama kali dilakukan oleh keluarga yang bermaksud mengajak korban bekerja. “Yang menemukan pertama keluarganya. Karena waktu itu ingin diajak kerja, dipanggil-panggil tapi tidak ada menyahut, akhirnya dibuka jendela dan ditemukan seperti ini,” tambah Kapolsek.

Kapolsek menegaskan bahwa personelnya bersama tim Ident telah melakukan sterilisasi TKP dengan memasang police line dan melakukan olah TKP. Sekitar pukul 09.00 WITA, pihak Puskesmas dihubungi untuk pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan kesepakatan keluarga, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Sementara Kepala Desa Kuripan, Hasbi, menyatakan dirinya menerima laporan sekitar pukul 07.30 WITA dan langsung menuju TKP meskipun sedang sakit. Ia menghargai kinerja kepolisian dan tidak berani masuk ke lokasi yang sudah diberi garis polisi.

“Saya terima laporan ini kan setengah delapan. Saya ke TKP jam delapan. Tadi jam delapan tadi sudah ada police line. Tentu kami juga menghargai kinerja polisi,” kata Kades Hasbi.

Kades juga mengungkapkan bahwa selama ini tidak ada komunikasi yang mencurigakan dari korban atau keluarga korban sebelum peristiwa ini. Ia mengaku komunikasi berjalan biasa saja.

“Selama ini kan biasa komunikasi kita dengan dia. Landai-landai sajalah. Tidak ada persoalan yang bikin seperti ini,” ungkapnya.

“Tidak ada kecurigaan-kecurigaan, karena biasalah. Itu sebabnya kita serahkan semua kepada Polres. Hal-hal yang depresi, bahasa yang kita dengar di keluarga itu saya kan belum tahu. Karena 2-3 hari kan tetap sering ketemulah. Jadi, tidak ada masalah sebenarnya,” tutup Kades Hasbi.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi untuk menjaga keutuhan barang bukti. Jasad korban telah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

DPC HIMMAH NWDI Jakarta Resmi Dilantik, DPP Ingatkan…