DPC HIMMAH NWDI Jakarta Resmi Dilantik, DPP Ingatkan Lima Modal Dasar Perjuangan NWDI
Jakarta – Dengan semangat pergerakan meneruskan cita-cita luhur Maulana Syaikh, jajaran pengurus baru periode 2026-2027 Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (DPC HIMMAH NWDI) Cabang Jakarta resmi dilantik di Cafe Jendela Jiwa daerah Limo, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan pelantikan ini juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional, menjadi momentum yang sangat penting bagi para kader mahasiswa di ibu kota untuk meneguhkan jati diri sebagai garda terdepan pelanjut perjuangan Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid di tanah perantauan. Hal tersebut sesuai dengan amanat dan wejangan yang disampaikan oleh para senior dan Pembina sebagai petunjuk arah bagi para kader terutama pengurus dalam menjalankan roda organisasi ke depan.
Ilham selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HIMMAH NWDI, menekankan bahwa amanah kepengurusan adalah sebuah ‘fungsi’, bukan kepemilikan. Ia mengingatkan agar organisasi tidak di jalankan sesuai dengan selera pribadi, melainkan berdasarkan tujuan besar organisasi.
Sebagai wujud nyata dari profil “ Professional Moralis”, Ilham memaparkan ada lima modal dasar yang harus dipegang teguh oleh kader HIMMAH:
Pertama: Pokoknya NW, Pokok NW iman dan taqwa; Ini menjadi pondasi utama bagi setiap kader dalam bersikap dan bertindak.
Kedua: NWDI fastabiqul khairat; yakni semangat berlomba-lomba dalam kebaikan. Ia menegaskan bahwa NW dan NWDI adalah dua sayap perjuangan Maulana Syaikh yang harus saling bermitra, bukan menjatuhkan.
Ketiga: Yakin, Ikhlas, istiqomah; ia mengatakan bahwa berjuang tanpa keyakinan itu adalah kehampaan. Kader dituntut untuk sabar dan konsisten di tengah kerasnya dinamika Jakarta.
Keempat: Kompak, Utuh, Bersatu; yakni menyatukan visi dan misi agar organisasi tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi solid dalam pergerakan.
Kelima: Hizib; sebagai manifestasi perjuangan Maulana Syaikh dan modal spiritual utama yang harus terus dijaga.
Sementara itu, TGM. Hasan Asy’ari, Pembina HIMMAH NWDI Jakarta, menyampaikan terkait spirit keberkahan dalam pergerakan. Melalui kaidah “Al-Umur bi Maqosidiha”, ia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah akan terus bersambung, sedangkan yang lainnya akan terputus. Hal ini ia sampaikan untuk mengingatkan para kader betapa pentingnya niat dalam melakukan segala sesuatu.
Selain itu, ia juga memotivasi pengurus HIMMAH NWDI dengan prinsip “ Al-Harakah Barokah” dengan mengisahkan tentang kisah Nabi Daud untuk kemudian dapat diambil pembelajaran.
“kita tidak pernah tahu gerakan atau program mana yang nantinya akan menghantarkan kita pada kesuksesan. Teruslah bergerak, karena dalam pergerakan itulah terdapat keberkahan”, ujar Asy’ari.
Terakhir, Bupati KLU TGH. Najmul Ahyar, hadir sebagai Narasumber pada acara tersebut, menyampaikan amanat, motivasi, serta mengajak pengurus untuk berani keluar dari zona nyaman. Ia memberikan perumpamaan yang mendalam mengenai tanggung jawab kepemimpinan.
“Kapal memang paling aman dan indah saat tertambat di dermaga, namun bukan untuk itu kapal di adakan atau di buat. Kapal dibuat untuk mengarungi samudra demi mencapai tujuan”, jelas Najmul.
Ia berpesan agar pengurus tidak stagnan dan berani memikul tanggung jawab dengan aktif. “Jadilah sejarah yang baik (Fakun Hadisan Hasanan) bagi mereka yang akan mengingat perjuangan kalian. Jangan biarkan amanah ini layu tanpa prestasi”, ungkapnya.
Oleh: Istariadi
Editor: Rahman Sampela



















