Editoriallombok.com, Mataram – Dipenghujung tahun 2025, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jannah NWDI Ampenan Hasanuddin kembali mengukir prestasi yang membanggakan. Ia menerima anugerah dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Kepala Madrasah Inspiratif Kategori Juara Favorit.
Anugerah GTK Kemenag RI tersebut merupakan penghargaan tahunan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) madrasah, yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (6/12/2025).
Anugerah tersebut melibatkan seluruh guru, kepala madrasah, pengawas, pustakawan, laboran, dan guru lintas iman di 38 provinsi se-Indonesia. Untuk NTB terdapat 16 peserta yang direkomendasikan oleh kanwil kemenag NTB. Dari 16 peserta tersebut, yang lolos ke tahapan selanjutnya terdapat 5 orang mengikuti rangkaian presentasi dan wawancara dengan tim juri dari pusat, dan akhirnya terdapat 2 peserta keluar sebagai juara termasuk Hasanuddin kategori kepala madrasah inspiratif.
Kepala MI Nurul Jannah NWDI Ampenan Hasanuddin menuturkan bahwa proses seleksi hingga penentuan pemenang dilalui dengan sangat ketat dan bersaing dengan 16 peserta lainnya dari NTB.
“Prosesnya panjang dari seleksi tahap satu dan dua hingga masuk grand final, melalui banyak tahapan dari presentasi dan wawancara tentang kelayakan menjadi GTK Madrasah Inspiratif, Inovatif, Berdedikatif dan Apresiasi Guru Lintas Iman. Pemahaman tentang moderasi beragama. Kemampuan berbahasa Arab, Inggris atau bahasa asing lainnya. Hingga memahami komponen kompetensi sebagai guru, kepala, tenaga kependidikan dan pengawas”, tutur Hasanuddin.
Tidak hanya itu, guru dan tenaga kependidikan juga dinilai kemampuannya dalam memberikan pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan sehingga menciptakan siswa yang aktif dalam kelas. Tidak hanya menjadi teladan, juga harus bisa membuka wawasan murid dan sekitarnya, sehingga rasa ingin tahu selalu berkembang dan terjadi perubahan bagi diri siswa ke arah yang lebih baik.
Ia berharap prestasi tersebut mampu memberikan motivasi bagi guru di lingkungan madrasah yang ia pimpin. Menurutnya keterbatasan fasilitas yang dimiliki bukanlah penghalang untuk mempersembahkan yang terbaik untuk pendidikan.
“Status honorer dan keterbatasan fasilitas madrasah swasta bukanlah penghalang untuk mencapai standar kualitas nasional bahkan internasional. Inovasi, ketulusan, dan keberanian adalah kunci utama dalam memberikan dampak nyata bagi pendidikan bangsa”, pungkasnya. (Red)
Beranda
Berita
Kepala MI Nurul Jannah NWDI Ampenan Ukir Prestasi Sebagai Kepala Madrasah Inspiratif dari Kemenag RI
Kepala MI Nurul Jannah NWDI Ampenan Ukir Prestasi Sebagai Kepala Madrasah Inspiratif dari Kemenag RI
editoriallombok.com2 min baca


















